Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Sunday, 5 March 2017

Angin Jangan Marah

Angin Jangan Marah

Oleh Yuri 












Di ufuk barat asal muasal desingan
Perlahan mengalir dan semakin kencang
Seperti peluru yang dilontar senapan
Memasuki celah jendela tanpa terhalang

Datangmu menggaduhkan atap-atap
Tak bisa tenang hingga batinku terkesiap
Batuan kerikil terlempar tanpa ramah
Terbawa ke negeri antah berantah

Mengguncang ranting-ranting lunglai
Menarik paksa dedaunan yang terkulai
Lemah cengkraman jari-jari tangan kian terasa
Dan serpihan asa terbang tanpa tersisa

Mereka menunggu untuk kau bawa pulang,
dari wujud yang sengaja kau tinggalkan
Luruh yang mengekor buaian garang,
hanya merunduk di seberang pengasingan
Jika romansa sepoimu sudah hilang,

Kenapa amarah yang kini kau datangkan?

Malang, 18 Des 2016

Monday, 27 February 2017

Romansa hujan

Romansa hujan

Oleh Yuri

Rintikmu perlahan jatuh
Diwaktu terang menyusut di barat jauh
Membasah padang gersang yang rindu
Lantaran cukup lama diculik kemarau lalu

Seperti diredam dari amarah
Kini tanah mulai menyapa akar pohon penuh getah
Tiada lagi keras dan terpecah belah
wujudnya lebih sopan dan meramah tamah

Seketika, langkah kecil gencar berlari
Menggiring bola dengan wajah penuh berseri
Tiada letih yang mereka peduli
Hanya orasi tawa yang tak pernah henti

Sedangkan aku lebih suka mendengar tentang alunan merdu
Kala rinai hujan perlahan datang
Riuh senandung katak kasmaran mulai beradu
Di pinggir kolam dangkal yang mulai tergenang

Sementara itu, tiada yang  pernah peduli
Tentang waktumu yang sudah sampai di tepian kuartal
Aku hanya menengok sekilas di ujung jendela besi
Menanti wujudmu untuk tiba saatnya memanen ajal

Malang, 21 Februari 2017


Friday, 24 February 2017

Sajak Terakhir

Sajak Terakhir

Oleh Yuri

Sebelum hitam datang membayang
menjelma bagai putri kahyangan

Sebelum purna datang menyapa
mengakrabi langkah gontai di kala renta

Sebelum yang jingga terlanjur pulang
meniti laku ke ujung pandang

Sebelum mawar mengisahkan kenangan
kala waktu bersemi di balik peraduan

Sebelum dari sebelum yang saat ini belum ku sebelumkan
Menjadi ingin yang tiada pernah ku utarakan
Menjadi mimpi yang selalu datang dan mengganggu angan
Menjadi hancur menyerak berwujud kepingan

Dan hingga ini
Dari sebelum yang pernah ku sebelumkan
Aku, menjadi terakhir.

Malang, 22 Februari 2017

Wednesday, 22 February 2017

Malam Tanpa Tuan

Malam tanpa tuan

Oleh Yuri

Selamat datang kembali di ruang tanpa arti
Tanpa nyala
Tanpa suara
Tanpa udara
Tanpa rasa
Tanpa apapun yang kau anggap peduli
Maka nikmatilah perjalanan yang membawamu ke dunia penuh sepi

Selamat petang
Selamat menikmati malam

Malang 20 Februari 2017




Sumbr gambar : Google