Monday, 27 February 2017

Romansa hujan

Romansa hujan

Oleh Yuri

Rintikmu perlahan jatuh
Diwaktu terang menyusut di barat jauh
Membasah padang gersang yang rindu
Lantaran cukup lama diculik kemarau lalu

Seperti diredam dari amarah
Kini tanah mulai menyapa akar pohon penuh getah
Tiada lagi keras dan terpecah belah
wujudnya lebih sopan dan meramah tamah

Seketika, langkah kecil gencar berlari
Menggiring bola dengan wajah penuh berseri
Tiada letih yang mereka peduli
Hanya orasi tawa yang tak pernah henti

Sedangkan aku lebih suka mendengar tentang alunan merdu
Kala rinai hujan perlahan datang
Riuh senandung katak kasmaran mulai beradu
Di pinggir kolam dangkal yang mulai tergenang

Sementara itu, tiada yang  pernah peduli
Tentang waktumu yang sudah sampai di tepian kuartal
Aku hanya menengok sekilas di ujung jendela besi
Menanti wujudmu untuk tiba saatnya memanen ajal

Malang, 21 Februari 2017


Friday, 24 February 2017

Sajak Terakhir

Sajak Terakhir

Oleh Yuri

Sebelum hitam datang membayang
menjelma bagai putri kahyangan

Sebelum purna datang menyapa
mengakrabi langkah gontai di kala renta

Sebelum yang jingga terlanjur pulang
meniti laku ke ujung pandang

Sebelum mawar mengisahkan kenangan
kala waktu bersemi di balik peraduan

Sebelum dari sebelum yang saat ini belum ku sebelumkan
Menjadi ingin yang tiada pernah ku utarakan
Menjadi mimpi yang selalu datang dan mengganggu angan
Menjadi hancur menyerak berwujud kepingan

Dan hingga ini
Dari sebelum yang pernah ku sebelumkan
Aku, menjadi terakhir.

Malang, 22 Februari 2017